Jawa Timur Park Group memperkenalkan Mega Science Center dan Budaya sebagai destinasi wisata edukasi terbaru di kawasan Jatim Park 1, Kota Batu. Mengusung konsep yang mempertemukan sains, teknologi, kebencanaan, sejarah, dan budaya dalam satu kawasan, destinasi ini menghadirkan 1.640 alat peraga sains dan artefak budaya, terdiri dari 617 alat peraga sains dan 1.023 artefak budaya.
Kehadiran Mega Science Center dan Budaya menjadi bagian dari pengembangan berkelanjutan Jawa Timur Park Group dalam menghadirkan wisata edukasi berbasis experience. Tidak hanya mengandalkan tampilan visual dan informasi, destinasi ini dirancang agar pengunjung dapat melihat, mencoba, berinteraksi, sekaligus memahami berbagai fenomena yang ditemui selama berada di dalam kawasan.
Skala Mega Science Center dan Budaya tidak hanya terlihat dari bangunan dan ruang yang dihadirkan, tetapi juga dari ragam pengetahuan yang dihimpun di dalamnya. Ratusan alat peraga sains membawa pengunjung menjelajahi berbagai bidang ilmu, sementara ribuan artefak budaya membuka ruang untuk mengenal perjalanan sejarah dan kekayaan budaya Indonesia.
Pengalaman tersebut terbagi dalam sejumlah zona tematik. Zona Fisika menjadi salah satu ruang eksplorasi yang memperkenalkan berbagai prinsip dasar ilmu pengetahuan melalui alat peraga interaktif. Pengunjung dapat mencoba dan mengamati konsep listrik dan magnet, transmisi suara melalui serat optik, gyroscope, hingga berbagai instalasi yang menghubungkan konsep fisika dengan tubuh dan kehidupan sehari-hari.
Dari bumi, perjalanan kemudian berlanjut menuju antariksa. Zona Antariksa menghadirkan pengalaman yang membawa pengunjung mengenal dunia luar angkasa melalui berbagai instalasi, mulai dari roket, Lunar Walk, videotron planet, Tesla Coil, hingga space suits yang memberikan gambaran mengenai kehidupan dan eksplorasi manusia di luar bumi.
Skala pengalaman juga terasa melalui Zona Bencana Alam. Berbagai simulasi dirancang untuk memperkenalkan fenomena alam sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung. Simulasi gempa, hurricane, Hormuz Storm Cinema, hingga First Twister menjadi bagian dari ruang yang mengajak pengunjung memahami karakter dan dampak berbagai fenomena kebencanaan.
Perjalanan kemudian berlanjut ke perkembangan teknologi melalui Zona Robotik dan Artificial Intelligence (AI). Di area ini, teknologi hadir dalam bentuk yang lebih interaktif melalui Brain Race Car, Jumping Grid, robot anjing GO2, Robot Dance, hingga robot humanoid G1. Pengunjung dapat melihat bagaimana teknologi robotik dan AI berkembang dan diterapkan dalam berbagai bentuk pengalaman.

Namun, Mega Science Center dan Budaya tidak berhenti pada sains dan teknologi. Di dalam satu kawasan yang sama, pengunjung juga diajak memasuki perjalanan sejarah dan budaya Indonesia melalui 1.023 artefak budaya. Area Majapahit, Candi Wilwatikta, Wayang Potehi, hingga Zona Islam menjadi bagian dari perjalanan yang mempertemukan pengetahuan dengan warisan budaya.
Kehadiran artefak budaya dalam jumlah besar tersebut memberikan dimensi berbeda pada Mega Science Center dan Budaya. Jika sains mengajak pengunjung memahami bagaimana berbagai fenomena bekerja, koleksi budaya mengajak mereka melihat bagaimana pengetahuan, tradisi, dan peradaban berkembang dari masa ke masa.
Rio Imam Sendjojo, Direktur Jawa Timur Park Group, mengatakan bahwa Mega Science Center dan Budaya dikembangkan sebagai ruang edukasi yang menyatukan berbagai bidang pengetahuan dalam satu destinasi.
“Kami ingin membangun sebuah ruang yang besar bukan hanya secara fisik, tetapi juga besar dari pengalaman dan pengetahuan yang bisa dibawa pulang oleh pengunjung. Karena itu, kami menghadirkan 617 alat peraga sains dan 1.023 artefak budaya dalam satu kawasan, sehingga pengunjung memiliki ruang yang luas untuk mengeksplorasi berbagai hal,” ujar Rio Imam Sendjojo.
Menurutnya, penyatuan sains, teknologi, dan budaya menjadi bagian dari upaya Jawa Timur Park Group untuk menghadirkan pengalaman edukasi yang lebih beragam bagi masyarakat.
“Kami melihat rasa ingin tahu sebagai awal dari proses belajar. Ketika pengunjung bisa melihat sesuatu yang menarik, kemudian mencoba dan berinteraksi langsung, di situlah pengalaman belajar terbentuk. Mega Science Center dan Budaya kami kembangkan dengan semangat tersebut,” lanjutnya.
Selain ruang eksplorasi, Mega Science Center dan Budaya juga dilengkapi berbagai aktivitas dan pertunjukan yang mempertemukan edukasi dengan seni dan kreativitas. Workshop Wayang Suket, Workshop Wayang Kardus, Show Potehi, Workshop Terakota, Show Srimulat, serta Keris Dance menjadi bagian dari program yang melengkapi perjalanan pengunjung di dalam kawasan.
Dengan perpaduan ratusan alat peraga sains, ribuan artefak budaya, teknologi interaktif, simulasi kebencanaan, hingga pertunjukan seni, Mega Science Center dan Budaya menghadirkan ruang eksplorasi edukasi dalam satu kawasan. Satu perjalanan di dalamnya membawa pengunjung dari konsep dasar fisika menuju antariksa, dari fenomena alam menuju perkembangan AI, kemudian berlanjut pada sejarah dan budaya Indonesia.
Kehadiran Mega Science Center dan Budaya menjadi bagian dari karakter Jawa Timur Park Group dalam mengembangkan destinasi yang mempertemukan rekreasi dan edukasi. Melalui pendekatan experience, proses belajar dihadirkan sebagai bagian dari perjalanan wisata yang dapat dinikmati oleh anak-anak, keluarga, pelajar, maupun masyarakat umum.
Mega Science Center dan Budaya saat ini telah memasuki tahap trial opening dan tiket kunjungan sudah dapat dibeli secara online melalui website jtp.id maupun secara langsung melalui loket di Jatim Park 1.

Jawa Timur Park adalah sebuah tempat wisata edukasi keluarga masa kini yang terdapat di Kota Batu, Jawa Timur.






Indonesia
China
Discussion about this post