Our location map
Total 0 Site Visitors
26°C

TICKET
CHECK

PROMO CHECK
News


Jatim Park Koleksi Dua Hewan Purba, Dinosaurus Terakhir

Viva.co.id

Jawa Timur Park (Jatim Park) di Kota Batu, Jawa Timur, memperkenalkan dua hewan koleksi terbaru untuk menyambut libur Lebaran 2019. Dua hewan baru itu adalah komodo, hewan yang telah hidup sejak 4 juta tahun lalu di muka bumi.

Hewan yang dijuluki 'dinosaurus terakhir di muka bumi' itu kini tinggal di kandang baru di Secret Zoo Jatim Park 2. Dua komodo ini awalnya merupakan titipan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) pada tahun 2017 dan resmi menjadi koleksi Jatim Park pada tahun 2018.

"Hasil titipan dari BKSDA pada tahun 2017, baru menjadi koleksi kita pada tahun 2018. Umurnya 5 tahunan, jenis kelamin tidak bisa secara kasat mata harus diteliti lagi, tapi kemungkinan keduanya jantan," kata Dokter Hewan Jatim Park 2, Prista Dwi Restanti, Senin, 3 Juni 2019.

Prista mengungkapkan, untuk menjaga kenyamanan hewan latin varanus komodoensis ini Jatim Park membuat kandang baru yang lebih besar. Kandang didesain menyerupai habitat asal di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kenapa membangun kandang baru, karena sebelumnya tinggal di kandang yang lebih kecil. Kemudian kita coba gunakan kandang baru dan diatur sedemikian rupa agar menjaga suhu di dalam kandang lebih bagus lebih tertutup," ujar Prista.

Dibandingkan suhu di Pulau Komodo, suhu Kota Batu memang lebih berhawa dingin. Suhu di Kota Batu berada di kisaran 15 hingga 20 derajat celcius. Sedangkan di pantai Pulau Komodo suhu bisa mencapai di atas 30 derajat celcius. Karenanya, pengelola mendesain kandang baru agar lebih bersuhu hangat seperti di Pulau Komodo.

"Kita beri lampu khusus, termasuk lampu UC, fungsinya untuk menjaga suhu panas biasanya mereka kan hidup di pantai sedangkan di sini suhu di bawah 20 derajat. Kalau dengan lampu bisa sampai 25 derajat, kalau di tempat asli mereka suhunya bisa 35 derajat sehingga kita jaga suhu itu agar tetap panas. Dan kita bentuk lampu itu buka-tutup sehingga saat siang hari mereka bisa mendapat sinar matahari secara langsung," tutur Prista.

Prista mengungkapkan, saat pertama kali datang ukuran komodo hanya sekira 70 sentimeter. Namun, kini panjangnya sudah mencapai 2 meter. Kini, dua komodo itu masih dalam tahap adaptasi kandang baru. Sebab, selain dibuat dengan tanah dan berpasir kandang baru juga diberi pepohonan yang bisa digunakan komodo untuk memanjat.

"Tadi setelah dilepas di kandang baru mereka sedikit stres karena kandang baru dibuka 10 hari lalu jadi mereka masih masa penyesuaian. Seharusnya mereka lebih di dataran, tapi sekarang mereka bisa melakukan memanjat di pohon-pohonan yang kita beri," kata Prista.

Rencanannya, kandang baru dua komodo ini bakal digunakan untuk pengembang biakan juga. Dalam waktu dekat saat usia komodo dan ukuran siap untuk dikawinkan, Jatim Park bakal melakukan kerja sama dengan kebun binatang lain untuk melakukan pengembang biakan.

"Memang untuk pengembang biakan karena kandang juga mendukung. Kami akan bekerja sama dengan kebun binatang lain, untuk mencari betina. Biasanya pengembang biakan saat usia 5 tahun. Juga tergantung ukuran badan dan masa pengembang biakan," ujar Prista. (ase)

Previous News