Our location map
Total 0 Site Visitors
26°C

TICKET
CHECK

PROMO CHECK
News


HALLOWEEN SEREM-SEREM SERU ALA MUSEUM ANGKUT

radarmalang.id

KOTA BATU – Area Gangster Town di Museum Angkut + Movie Star Studio, Kota Batu, begitu mencekam kemarin sore (27/10). Layaknya dalam adegan film Suicide Squad, puluhan badut dengan berwajah menyeramkan turun di area ini. Kehadiran mereka justru menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung.

Ya, turunnya para badut berpenampilan menyeramkan ini adalah rangkaian perayaan Halloween yang digelar pengelola Museum Angkut. Banyak di antara para wisatawan yang datang ke museum alat transportasi terbesar di Indonesia ini mengabadikan momen langka tersebut.

 

 

”Ya, tadi (kemarin) sempat kaget juga. Saya pikir di dalam itu cuma ngelihat berbagai koleksi transportasi, tapi ada banyak atraksi juga, salah satunya badut-badut yang serem tadi,” kata Irma Martinasari, wisatawan asal Jakarta.

Bagi dia, atraksi tersebut menjadi bonus tersendiri. ”Memang sudah kami list buat liburan ke Malang dan Kota Batu, eh di sini pas lagi ada Halloween ya jadi lebih seru,” ungkap perempuan berusia 32 tahun itu. Irma bersama ketiga rekannya waktu itu. Meski sempat kaget, tapi dia mengaku tidak takut. ”Asalkan bukan ondel-ondel saja saya tidak takut,” celetuk dia sambil tertawa.

Operational Manager Museum Angkut Endang A. Shobirin menyatakan, event tersebut bagian dari Octoberfest dan Parade Carnevil (car and evil). Menurut dia, selama ini banyak di antara pengunjung tahunya Museum Angkut hanya berisi koleksi alat transportasi semata. Sementara sekarang ini sudah ada wahana movie star studio.

”Jadi, spot yang ada harus menunjukkan studio, akan ada event dan berbagai interaksi di dalamnya,” kata dia.

Termasuk Halloween ini, yang ada di dalam rangkaian Octoberfest. Halloween juga menjadi salah satu daya tarik. Bahwa untuk menikmati nuansa Halloween tidak harus ke Eropa. ”Ya, ini bagian dari itu. Dan selama ini wisatawan asing juga sudah banyak datang ke sini,” ungkap Endang.

Tidak hanya yang berasal dari Asia, tapi juga Australia, Belanda, dan Jerman juga kerap datang. Menurut Endang, mereka sangat tertarik dengan Museum Angkut. ”Karena koleksi yang ada di sini itu tidak hanya pajangan, tapi semua bisa dijalankan,” ungkap dia.

Pewarta : Aris Dwi Kuncoro
Foto : Falahi Mubarok
Copy editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Ahmad Yani

Previous News