Jadwal high season libur NATAL 2018 dan TAHUN BARU 2019 mulai tanggal 17 Desember 2018 s/d 3 Januari 2019. Harga tiket masuk Jawa Timur Park Group selama high season berlaku harga weekend
Our location map
Total 0 Site Visitors
26°C

TICKET
CHECK

PROMO CHECK
News


FUTURE CAR MILIK UB NANGKRING DI MUSEUM ANGKUT

Radar Malang

KOTA BATU – Museum Angkut, menambah koleksinya lagi. Jika 2 Februari lalu, kedatangan Chevrolet Chevelle SS 8200 cc, atau mobil dengan seri yang sama digunakan di film Fast & Furious 4, tunggangan Dominic Toretto (Vin Diesel). Kemarin (12/2) giliran mobil karya anak bangsa yang dipersembahkan. Mobil yang kini nangkring di museum transportasi terbesar di Asia itu, tidak kalah menarik dari mobil yang sebelumnya datang itu.

Jika, Chevrolet Chevelle SS 8200 cc adalah mobil tipe lawas atau dijuluki American Muscle, mobil karya anak bangsa ini adalah future car atau mobil masa depan. Yang, dibuat mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Tenik, Universitas Brawijaya. Mobil listrik yang sudah memenangkan berbagai lomba tingkat nasional dan internasional itu bernama Aristo EV 1.

Manajer Apatte 62, Brawijaya Team, Tiara Shinta mengatakan, ini adalah mobil pertama yang dihibahkan untuk museum angkut. “Kami sebenarnya, cukup banyak mobil, dan SDM untuk maintenance minim. Nah, kami lihat di sini (Museum Angkut) karena banyak aspek pembelajaran bagi mahasiswa, siswa sekolah, dan masyarakat umum,” kata dia. Sehingga, mereka bisa tahu tentang karya anak bangsa itu.

“Dan kami ingin menunjukan, bahwa Indonesia, khususnya di Malang itu ternyata punya mobil listrik juga, dan menang tingkat nasional, internasional, dan dunia,” terang dia. Dari dua mobil yang dibawa ke Museum Angkut, selain Aristo EV 1, ada Marsela 3 EV 1. “Namun satu dulu yang kami hibahkan, yang Aristo, yang Marsela masih akan digunakan untuk lomba di Singapura nanti, ujarnya.

Aristo EV 1 sendiri, menjadi juara dua saat lomba mobil listrik di 2015, menjadi juara 8 di Shell Eco Marathon 2016, dan juara lima di Shell Eco Marathon di 2017. Dengan jarak tempuh, yang didapatkan 1 KWH (kilowatt hours)/312 km. Mobil dengan berat 40 kilogram itupun, dikerjakan selama 9 bulan, dengan estimasi biaya menghabiskan kurang lebih Rp 100 juta. “Namun dana itu dari sponsor, banyak yang kami gandeng,” jelasnya.

Operation Manager Museum Angkut Endang A Shobirin menambahkan, terkait hibah ini sangat mengapresisasi. “Kami bangga dengan mahasiswa sudah bisa berkarya dengan mobil model high tech,” kata dia. Jelasnya, dengan adanya mobil listrik ini bisa menjadi semangat dan motivasi bagi semuanya. “Ini menunjukan, yang kami pamerkan tidak hanya alat tranpsortasi masa lalu, namun juga future car, kami harap yang nantinya bisa digunakan belajar anak-anak SMK, dan semuanya,” tukas Endang.

Pewarta : Aris Dwi
Foto : Darmono

Previous News