Our location map
26°C

TICKET
CHECK

PROMO CHECK
News


Mengenal Louis Liang, Seniman Buta Warna di Balik 'Ramuan' Keindahan Bunga di Baloga

Blok-a.com

KOTA BATU – Di Batu Love Garden (Baloga), Anda bisa menemukan beragam keunikan di tiap sudut ruangan. Menarik dan indahnya bunga-bunga itu salah satunya tercipta berkat tangan dingin para seniman bunga di sana.

Salah satunya yakni Louis Liang, seniman Baloga yang mahir merangkai bunga. Menariknya, ia sendiri tidak bisa melihat keindahan warna-warni karyanya.

“Saya benci dengan bunga. Bagi saya, tak ada yang indah dari bunga-bunga tersebut. Di mata saya semuanya hanya hitam dan putih,” kata Louis Liang saat ditemui Blok-A, Jumat (22/1).

Ia bersungguh-sungguh ketika berkata bahwa bunga-bunga yang indah itu hanya hitam dan putih. Louis mengaku bahwa dirinya memang buta warna sejak lahir.

Sekilas Tentang Kehidupannya

Louis Liang merupakan seorang seniman, musisi, dosen, akademisi, guru les vokal, pianis, entertainer, wedding expert, pengusaha dan segala hal yang diinginkan dunia untuk bisa ia lakukan.

Pria berumur 36 tahun ini menyadari potensinya untuk dapat melakukan berbagai hal sejak ia berprinsip bahwa tidak ada kata “tidak bisa” jika berbicara dengan dirinya.

Sejak lulus SMA pada 2003, ia kemudian menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi pada 2006 dan magister S2 Psikologi pada 2012. Singkat cerita, ia pun menjadi dosen.

Kemudian, Louis mulai mengajar vokal. Setelah memenangkan banyak kompetisi menyanyi, ia kemudian berprofesi sebagai penyanyi. Ia juga mengajar paduan suara hingga tari tradisional. Tentunya sambil mengajar sebagai dosen Psikologi. Kemudian, MC Wedding. Dilanjut dengan menjadi Wedding Organizer. Terdengar membingungkan bukan?

“Tapi saya yang menjalaninya tidak pernah kebingungan. Semua hal sederhana saja di mata saya. Oh iya, selain itu dari semua profesi saya tadi, cita-cita saya dari kecil adalah sebenarnya jadi Pilot,” kata Louis.

Ironisnya, ia tidak pernah berhasil mewujudkan cita-citanya untuk terbang karena selalu gagal saat tes buta warna.

Bunga

Sampai cerita ini ditulis, tidak ada satupun yang tahu bahwa seniman bunga di Baloga, Louis Liang, menderita buta warna.

Pengakuannya tersebut dibuktikan oleh beberapa hal, salah satunya adalah gayanya dalam berpakaian yang selalu terlihat “nyentrik”. Padahal, tabrakan warna-warna tersebut karena dirinya tidak dapat melihat warna kombinasinya.

Terlepas dari hal itu, Anda bisa lihat sendiri di Baloga, nilai-nilai yang ia coba sampaikan melalui keajaiban karya-karyanya.

Konsep itulah yang ia coba tawarkan saat diberi amanah untuk mendekorasi zona Floral Art di Baloga. Ia menemukan solusi dari kesulitannya melihat kombinasi warna bunga, dengan membangun “nilai” lain dari karya-karyanya.

Salah satu karyanya yang ia panggil “Three Season” jadi contoh epik. Ia membuat konsep bunga asli yang digantung-gantung dan bisa awet berbulan-bulan tanpa media tanah.

Ia mengaku meminta bantuan orang lain untuk memilihkan kombinasi warna bunga yang cocok untuk konsep tersebut. Sisanya, tinggal ia rangkai.

Karyanya kemudian mendapat apresiasi dan dipajang tepat di depan pintu masuk Baloga. Pengunjung yang sadar akan nilai dari karya tersebut pasti tercengang melihatnya. Kombinasi warna bunganya luar biasa ciamik!

Tidak hanya itu, ia total sudah merangkai ratusan dekorasi bunga di Baloga. Hampir semua rangkaiannya terlihat unik dan menonjol.

Semua karyanya tampak normal penuh dengan warna warni bunga yang ekspresif, meskipun kita baru sadari bahwa Louis Liang tidak dapat melihat warna-warna seperti seniman lainnya.

Louis berharap karya dan ide-idenya tentang Baloga dapat diterima oleh masyarakat. Ia mengaku meskipun banyak terlibat, keberadaan Baloga juga ada karena bantuan banyak pihak.

Selain “Three Season”, Anda juga dapat melihat karyanya yang lain, seperti susunan Table Set penuh warna di area dekorasi pernikahan Floral Art by Baloga.

Setelah membaca tulisan ini, karya-karya rangkaian bunga di Baloga tidak akan terlihat biasa-biasa saja.

Sumber: Blok-a.com

 

Previous News