Our location map
26°C

TICKET
CHECK

PROMO CHECK
News


Tempat Wisata Kota Batu Tak Ditutup Selama PSBB Jawa Bali

Nusadaily.com

NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Malang Raya kembali akan diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan ini mengikuti arahan dari pemerintah pusat yang memberlakukan PSBB Jawa-Bali mulai 11-25 Januari 2021.

Pemkot Batu telah lakukan koordinasi dengan daerah lain di kawasan Malang Raya. Meski begitu, PSBB Malang Raya kali ini tak seketat PSBB Malang Raya yang diterapkan pada 17-30 Mei 2020 lalu.

Untuk Jawa Timur, PSBB Jawa-Bali hanya difokuskan di Surabaya Raya dan Malang Raya. Kedua kawasan ini dianggap rawan terhadap penyebaran kasus Covid-19.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan daerah lain yang ada di kawasan Malang Raya. Untuk menindak lanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

“Insyaallah, untuk PSBB nya tak sama seperti dengan PSBB yang pertama lalu. Namun hanya semacam pembatasan seperti pada saat akan menghadapi tahun baru kemarin,” ujar Dewanti.

Koordinasi ini sendiri, kata Dewanti, bertujuan untuk memformulasikan bagaimana agar Malang Raya ini satu ketentuan dan satu kebijakan dalam melaksanakan PSBB mendatang. Oleh sebab itu dilakukan komunikasi dan koordinasi secara bersama-sama.

Kata Dewanti, meski dengan adanya PSBB ini akan berpengaruh terhadap sektor perekonomian. Namun apapun itu pihaknya akan tetap mengutamakan kesehatan masyarakat.

“Tentu saja dengan adanya hal ini akan berdampak pada pendapatan dari segi ekonomi. Namun PSBB ini kan juga tidak lama. Hanya berlaku selama dua minggu saja. Yakni, tanggal 11 hingga 25 Januari 2021,” ujar Dewanti.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap keputusan ini bisa dimengerti oleh berbagai pihak. Agar bisa dimengerti pihaknya akan mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat.

Selain itu, dalam penerapan PSBB ini untuk destinasi wisata yang ada di Kota Batu tidak akan dilakukan penutupan. Pihaknya akan memberitahukan secara tertulis kepada para pengusaha restaurant, hotel, maupun pariwisata.

“Selain itu juga akan kami informasikan melalu media sosial dan videotron. Juga akan melakukan kerjasama dengan pihak Polres dan TNI hingga tingkat Babinsa,” ungkapnya.

Dewanti menjelaskan alasan tidak ditutupnya industri pariwisata selama PSBB Jawa Bali. Karena pelaku pariwisata telah memberlakukan pembatasan kapasitas kunjungan.

“Apalagi untuk tempat wisata yang open space itu sangat tidak masalah. Karena Perlu diketahui bersama untuk saat ini pengunjung wisata juga sudah dibatasi sebanyak 50 persen,” terang Dewanti.

Dirinya mencontohkan, seperti Taman Rekreasi Selecta yang berkapasitas 10 ribu sampai 12 ribu pengunjung kini dibatasi hanya 5000 orang saja yang bisa masuk. Namun, untuk pengunjung yang datang bisa mencapai 1000 saja sudah bersyukur.

“Maka dari itu, Insyaallah untuk tempat wisata tak begitu menghawatirkan kondisinya. Karena jumlah pengunjung yang banyak berdatangan hanya saat weekend saja,” ujarnya.

Sumber: Nusadaily.com

Previous News